Kamis, 04 Maret 2010

Berobat Dengan Istighfar

Perkataan Ulama Salaf Tentang Istghfar.
Abu Musa berkata,"Kami mempunyai dua pengaman dari azab.
Yang pertama telah tiada,yaitu keberadaan Rasulullah Saw ditengah-tengah kami dan tinggallah Istighfar bersama kami.Maka jika ia ikut lenyap,kami pasti binasa.
Rabi' bin Khutsaim berkata,"Memohonlah dengan sungguh-sungguh kepada Rabb kalian dan berdoalah kepada-Nya disaat lapang,Aku akan mengabulkan doanya disaat sempit.
Barang siapa meminta kepada-Ku,maka Aku akan memberinya,barang siapa tawadhu'(merendahkan diri) kepada-Ku,Aku akan mengangkatnya.Barang siapa mengabdikan dirinya untuk-Ku,Aku akan merahmatinya.Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku,Aku akan mengampuninya."
Sahl pernah ditanya mengenai Istighfar yang dapat menghapuskan dosa-dosa.Ia pun menjawab,"Istighfar yang pertama AL-ISTIJABAH,kemudian AL-lNABAH,lalu AT-TAUBAH.
AL-ISTIJABAH ialah amalan-amalan anggota badan
AL-INABAH ialah amalan-amalan hati
AL-TAUBAH ialah kedatangannya kepada Tuannya dengan meninggalkan makhluk,lantas meminta ampunan kepada ALLAH lantaran sikap meremehkan yang ada pada dirinya.
Ibnul Jauzi menuturkan,"Sesungguhnya iblis berkata," Aku membinasakan anak Adam dengan dosa-dosa.Mereka membinasakanku dengan ISTIGHFAR dan dengan kalimat LA ILAHA ILLALLAH.Maka ketika aku melihat diantara mereka seperti itu,akupun menelusupkan pada diri mereka hawa nafsu.Sehingga mereka berdosa dan tidak memohon ampun karena menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya."
Qatadah rahimakumullah berkata,"Sesungguhnya AL-QUR'AN itu menunjukkan kepada kalian akan penyakit dan obat kalian.Adapun penyakit kalian ialah dosa-dosa,sementara obat kalian adalah ISTIGHFAR."
Ali-karramallahu wajhah-berkata,"Ujub ialah sesuatu yang membinasakan.Akan tetapi,bersamanya ada sesuatu yang menyelamatkan."Beliau ditanya,"Apakah itu?"Beliau menjawab,"ISTIGHFAR."
Beliau juga berkata,"Tidaklah Allah mengilhamkan seorang hamba untuk beristighfar dan Dia ingin mengazabnya."
Seorang yang saleh berkata,"Seorang hamba berada diantara dosa dan nikmat.Tidak ada yang memperbaiki keduanya,kecuali AL-HAMDU (pujian) dan ISTIGHFAR."
Diriwayatkan ba hwa Lukman as berkata kepada putranya,"Wahai Putraku,sesungguhnya Allah memiliki waktu-waktu yang didalamnya Dia tidak menolak seorang pun yang meminta.Maka,perbanyaklah ISTIGHFAR!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar