Selasa, 29 Juni 2010

KISAH NYATA TERAPI DENGAN SHALAT

SHALAT DAPAT MENYEMBUHKAN KELUMPUHAN:


 "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolong mu.Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat,kecuali bagi orang-orang yang khusuk."(AL-Baqarah:45)


Shalat adalah anugerah dan karunia yg sangat besar untuk menghilangkan kegalauan dan keresahan jiwa,membahagiakan dan menguatkan hati,serta melapangkan dada.Melalui  shalat,hati bisa langsung berhubungan dengan ALLAH.Shalat merupakan amal ibadah yange paling baik,sebagaimana yang di terangkan oleh Nabi Muhammad Saw.Sedangkan beridiri di hadapan ALLAH memiliki banyak hikmah dan rahasia dalam meraih kesehatan.


"Dan sesungguhnya mengingat ALLAH (shalat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain.Dan ALLAH mengetahui apa yang kamu kerjakan."(AL-Ankabut:45)




Setiap kali Rasulullah menghadapi suatu masalah,dengan serta merta beliau melakukan shalat.
Shalat juga sebagai terapi efektif bagi tubuh.Ibnu Majah meriwayatkan bahwa Abu Hurairah ra berkata,"Suatu ketika,Rosulullah melihat saya ketika sedang tidur karena merintih mengadukan perut saya yg begitu sakit.Lantas beliau bertanya kepada saya,"Wahai Abu Hurairah,apakah perutmu sakit?'
         Saya menjawab,'Ya,wahai Rasulullah.'
         Beliau bersabda,'Bangun dan lakukanlah shalat,karena shalat itu adalah obat.'


Shalat merupakan bentuk peran aktif seorang manusia dalam melaksanakan tugas-tugas rohani dan jasmani yang menjadikannya menempati derajat yg tinggi.Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yg di iwayatkan oleh Imam Ahmad,'Sesungguhnya perumpamaan shalat itu seperti halnya sungai jernih menggenangi pintu rumah kalian.Ia menceburkan dirinya  ke dalam sungai itu lima kali dalam setiap hari.Apakah ada kotorannya yang masih tersisa?"


Sungguh,shalat adalah bentuk ajaran dari ALLAH yg menegaskan keagungan manhaj QUR'ANI dalam agama yg mulia ini.Seseorang yg berinisial MS menceritakan kisah menakjubkan kepada kita.Berikut ini penuturannya:


         "Aku tidak pernah mengenal jalan menuju masjid,padahal ayahku adalikehidupan ku dan menjauhkan ku dari jalan ALLAH.lantas,ALLAH berkehendak memberiku cobaan dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas.
            Di kala itu,aku sama sekali tidak dapat berjalan.Dan semua dokter menegaskan bahwa tidak di temukan penyebab yg jelas yg membuat saya lumpuh,selain gangguan urat saraf yg mengakibatkan diriku tak mampu bergerak dan berjalan.
           Pada suatu hari,aku sedang menuju rumah teman baru ku yg ku kenal sesaat setelah ku tinggalkan mobil mewah ku.Aku terpaksa harus menggunakan kursi roda yg di peruntukkan khusus bagi orang-orang cacat.Sebelum saudaraku mendudukkan ku di atas kursi tersebut,aku mendengar kumandang azan maghrib yg mendayu-dayu.
           Suara azan itu begitu indah,merdu,dan begitu menyentuh lubuk hatiku.diri ku terguncang,seakan baru pertama kali ini dalam hidup ku mendengar suara azan .Aku memintanya agar membawaku ke masjid untuk shalat maghrib berjamaah.
          Hari-haripun ,sejak kejadian itu,aku menjadi begitu rajin melaksanakan shalat di mesjid.Bahkan shalat subuh sekalipun,aku selalu berusaha tdk tertinggal.Meskipun aku begitu menderita,namun aku pantang menyerah dan terus maju meniti jalan kembali menuju ALLAH.
          Pada suatu malam sebelum shalat subuh,aku bermimpi bertemu ayah.Dia bangkit dari kuburnya dan memegangi pundak ku yg sedang menangis,sambil berkata,"Wahai anak ku jangan bersedih.Sungguh,ALLAH telah mengampuni dosa-dosaku ku karena kamu.'
          Maka aku benar-benar sangat terobsesi dengan kabar gembira .Akupun langsung melaksanakan shalat dan tersungkur sujud kepada ALLAH sebagai ungkapan rasa syukur kepada-NYA.Mimipi seperti itu terulang beberapa kali.
          Beberapa tahun kemudian,aku sedang melaksanakan shalat subuh di mesjid.Aku biasa duduk di kursi di akhir barisan pertama.Sang Imam  membacakan doa qunut cukup panjang,membuat hatiku benar-benar tersentuh dgn doanya.Seketika itu,air mataku pun mengucur tanpa dapat terbendung.
          Tubuh ku gemetar,jantungku berdegup kencang tak beraturan.Aku merasa kalau kematian begitu dekat dan telah menghapiri diri ku.Sejenak aku menenangkan diri hingga aku menyelesaikan sholat.Setelah salam,aku berdiri dari kursi dan menyingkirkannya ke i samping,supaya dapat berdiri dengan kedua kaki ku untuk melaksanakan shalat dua rekaat sebagai ungkapan rasa syukur kepada ALLAH.
           Sontak,orang-orang yg shalat di sekelilling ku untuk memberikan ucapan selamat.Air mata kegembiraan pun menetes atas mukzizat ini.
           Tiba-tiba sang Imam menghampiri ku dan sambil membisikkan seuntai nasihat berharga di telingaku.Sambil memeluk ku,sangan Imam berkata,'Jangan sekali-kali kau melupakan anugerah dan kasih sayangnya yg dilimpahkan ALLAH kepada mu.Dan jika hawa nafsumu membisikimu untuk berbuat maksiat kepada ALLAH,kembalilah duduk di kursi dan jangan pernah berpisah dgn nya hingga kamu benar-benar telah mengajari dan mendidik nafsumu itu.'."